Rekan-2,
Di tengah gonjang-ganjing Occupy Wall Street, ternyata ada hal menarik
dengan munculnya The People's Library di tengah-2 para demonstran.
Responsif sekali ya rekan-2 pustakawan di negara Paman Sam sana. Benar-2
involved dalam denyut kehidupan masyarakatnya. Kl begini jelas profesi
pustakawan tidak dipandang sebelah mata deh :) (depan dan belakang mata
kali, hehe).
A Library Occupies the Heart of the Occupy Movement
http://americanlibrariesmagazine.org/news/10182011/library-occupies-heart-occupy\
-movement
Sincerely,
AN
SUMBER milis ics
Thu Oct 20, 2011 3:20 pm
Rabu, 29 Februari 2012
Pengalaman perpusnas
Arsip:
pengalaman sejak satu dekade, sejak 1990 saya bergabung dengan Perpusnas, upaya mendorong pengembangan berbagai jenis perpustakaan sudah cukup dilakukan, a.l. lewat diklat, bantuan koleksi awal dalam jumlah minimal, penyampaian berbagai pedoman, serta upaya memantau perkembangannya melalui NPP (nomor pokok perpustakaan). Tapi ya itu, lagi-lagi, kembali kepada peran pimpinan dan pengambil keputusan di perpustakaan dan instansi masing-masing. Nah, itulah sekedar ilustrasi tentang peran Perpusnas selama ini. Lebih "celaka" lagi, adalah dengan pelaksanaan Otda, maka yang punya kuasa/power adalah Daerah (Kota, Kotamadya, Kabupaten). Biarpun pihak Perpusnas berkoar sampai copot tenggorokan, kalau mereka yang sekarang punya power adem-ayem, bahkan masih bertanya apa sih perpustakaan itu, maka perkembangan perpustakaan rasanya seperti bunyi dawai kendo kenceng, kendo kenceng. Hi-hi-hi! Dan tentunya anda masih ingat, appeal dari saya ke Bapak Dirjen Dikti waktu di Wisma Kinasih (yang ada nyamuknya!). pada waktu FPPTI. Saya menghimbau, sekiranya 2-3% anggaran Diknas tahun anggaran 2001 yang Rp.11 trilyun (?) dialokasikan untuk pengembangan Perpustakaan Sekolah dan Perguruan Tinggi. Wah, alhamdulillah sekali! Nah, sekarang ? Apa sudah ada tindak lanjut? Wallahuallam bissawab. Nanyao sama rumput yang bergoyang. Saya tidak bermaksud skeptis, tapi semuanya banyak tergantung pada goodwill dan action nyata semua pihak, dan bukan hanya dari Perpusnas saja. Ini bukan apologia, tapi ini adalah masalah kita bersama. Terimakasih, selamat bekerja dan salam hangat, Hernandono
pengalaman sejak satu dekade, sejak 1990 saya bergabung dengan Perpusnas, upaya mendorong pengembangan berbagai jenis perpustakaan sudah cukup dilakukan, a.l. lewat diklat, bantuan koleksi awal dalam jumlah minimal, penyampaian berbagai pedoman, serta upaya memantau perkembangannya melalui NPP (nomor pokok perpustakaan). Tapi ya itu, lagi-lagi, kembali kepada peran pimpinan dan pengambil keputusan di perpustakaan dan instansi masing-masing. Nah, itulah sekedar ilustrasi tentang peran Perpusnas selama ini. Lebih "celaka" lagi, adalah dengan pelaksanaan Otda, maka yang punya kuasa/power adalah Daerah (Kota, Kotamadya, Kabupaten). Biarpun pihak Perpusnas berkoar sampai copot tenggorokan, kalau mereka yang sekarang punya power adem-ayem, bahkan masih bertanya apa sih perpustakaan itu, maka perkembangan perpustakaan rasanya seperti bunyi dawai kendo kenceng, kendo kenceng. Hi-hi-hi! Dan tentunya anda masih ingat, appeal dari saya ke Bapak Dirjen Dikti waktu di Wisma Kinasih (yang ada nyamuknya!). pada waktu FPPTI. Saya menghimbau, sekiranya 2-3% anggaran Diknas tahun anggaran 2001 yang Rp.11 trilyun (?) dialokasikan untuk pengembangan Perpustakaan Sekolah dan Perguruan Tinggi. Wah, alhamdulillah sekali! Nah, sekarang ? Apa sudah ada tindak lanjut? Wallahuallam bissawab. Nanyao sama rumput yang bergoyang. Saya tidak bermaksud skeptis, tapi semuanya banyak tergantung pada goodwill dan action nyata semua pihak, dan bukan hanya dari Perpusnas saja. Ini bukan apologia, tapi ini adalah masalah kita bersama. Terimakasih, selamat bekerja dan salam hangat, Hernandono
Pengembangan perpustakaan
Rasanya di samping perpustakaan umum juga perpustakaan sekolah banyak diabaikan dalam pengembangan perpustakaan. Perpustakaan khusus dan perpustakaan perguruan tinggi relatif lebih maju daripada perpustakaan umum dan sekolah. Masalahnya klasik. Apa peran Perpusnas di situ?
Arsip ICS
Dari Pidato Kaperpusnas: Perpustakaan Umum Kita Miskin Dana
[Arsip ICS Milis]
Rekan-rekan sejawat i_c_s, Barangkali persoalan Perpustakaan Umum banyak luput dari pengamatan kita. Masalah klasik yang dihadapi perpustakaan umum, dan tidak terkecuali Perpustakaan Kelurahan di, adalah kurang tersedianya dana atau anggaran perpustakaan. Kurang tersedianya dana atau anggaran Perpustakaan Kelurahan akan secara langsung dan tidak langsung mempengaruhi berbagai aspek berikut, yaitu antara lain : - Koleksi bahan bacaan kurang memadai. - Tenaga kurang terampil dan kurang termotivasi. - Minat baca masyarakat untuk datang ke perpustakaan Kelurahan rendah. - Perabot dan perlengkapan kurang memadai. - Sebagian ruang sudah ada, tetapi kurang memadai. - Perhatian pimpinan masih rendah. - Promosi perpustakaan kurang. - Koleksi tidak diproses/diolah sesuai pedoman. - Waktu untuk memberikan layanan perpustakaan terbatas. Selengkapnya dapat rekan-rekan simak pada lampiran. Untuk kemudian dapat dijadikan diskusi yang hangat dan menyentuh persoalan.
[Arsip ICS Milis]
Rekan-rekan sejawat i_c_s, Barangkali persoalan Perpustakaan Umum banyak luput dari pengamatan kita. Masalah klasik yang dihadapi perpustakaan umum, dan tidak terkecuali Perpustakaan Kelurahan di, adalah kurang tersedianya dana atau anggaran perpustakaan. Kurang tersedianya dana atau anggaran Perpustakaan Kelurahan akan secara langsung dan tidak langsung mempengaruhi berbagai aspek berikut, yaitu antara lain : - Koleksi bahan bacaan kurang memadai. - Tenaga kurang terampil dan kurang termotivasi. - Minat baca masyarakat untuk datang ke perpustakaan Kelurahan rendah. - Perabot dan perlengkapan kurang memadai. - Sebagian ruang sudah ada, tetapi kurang memadai. - Perhatian pimpinan masih rendah. - Promosi perpustakaan kurang. - Koleksi tidak diproses/diolah sesuai pedoman. - Waktu untuk memberikan layanan perpustakaan terbatas. Selengkapnya dapat rekan-rekan simak pada lampiran. Untuk kemudian dapat dijadikan diskusi yang hangat dan menyentuh persoalan.
Selasa, 28 Februari 2012
With arms wide open
Lagu creed yang bertitle "With arms wide open ini enak sekali, bukan begitu kawan kawan?
Langganan:
Postingan (Atom)